Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non-pneumonia pada balita merupakan kasus yang sering ditemukan di layanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peresepan obat ISPA non-pneumonia pada balita dalam pelayanan MTBS di Puskesmas Pengandonan Kota Pagar Alam. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data rekam medis 87 pasien balita. Analisis meliputi karakteristik pasien (usia dan jenis kelamin), jenis dan bentuk sediaan obat, penggunaan antibiotik, serta ketepatan dosis. Hasil: Mayoritas pasien berusia 3–5 tahun (70,11%) dan berjenis kelamin perempuan (60,92%). Jenis obat yang paling banyak diresepkan adalah kombinasi parasetamol, CTM, dan guaifenesin (50%). Bentuk sediaan terbanyak berupa puyer (46,67%) dan sirup amoksisilin (39,39%). Penggunaan antibiotik ditemukan pada 74,71% resep, dengan ketepatan dosis sebesar 97,70% dan lama pemberian obat terbanyak selama 5 hari (81,60%). Kesimpulan: Pola peresepan secara umum telah sesuai dengan pedoman MTBS, namun penggunaan antibiotik masih tergolong tinggi
Copyrights © 2026