Artikel penelitian tentang pengaruh pembelajaran luar ruang (outdoor learning) pada materi Informatika di SMP N 4 Bolo, Kabupaten Bima, secara eksplisit berfokus pada pengembangan bakat dan talenta di bidang Informatika. Kabupaten Bima sebagai daerah dengan karakteristik geografis pedesaan dan kekayaan budaya Mbojo yang khas menjadi konteks yang unik sekaligus strategis dalam pengembangan model pembelajaran inovatif ini. Namun demikian, pendekatan, temuan, dan kerangka konseptual yang dihasilkan memiliki relevansi yang sangat signifikan dengan berbagai persoalan mendasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di daerah tersebut. Tulisan ini menganalisis enam titik keterkaitan antara artikel tersebut dengan problematika pembelajaran Bahasa Indonesia: (1) rendahnya keterampilan menulis berbasis pengalaman autentik, (2) lemahnya motivasi berbicara dan presentasi lisan, (3) minimnya pembelajaran teks yang berakar pada konteks lokal, (4) kesenjangan antara keterampilan reseptif dan produktif siswa, (5) terbatasnya pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar bahasa, dan (6) kurangnya integrasi kecakapan abad ke-21 dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Analisis ini menunjukkan bahwa model outdoor [U2.1]learning berbasis inkuiri dan pemecahan masalah yang terbukti efektif dalam pembelajaran Informatika di Kabupaten Bima dapat diadaptasi secara sistematis untuk memperkaya praktik pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah pedesaan yang memiliki karakteristik serupa dengan wilayah Bima.
Copyrights © 2026