Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, kebutuhan akan sistem pengelolaan aset yang cepat, akurat, dan terintegrasi menjadi semakin penting bagi perusahaan. PT Selahonje Jaya Abadi Bekasi masih menghadapi kendala dalam pencatatan dan pelacakan aset yang belum efisien, sehingga menyulitkan proses audit, pemeliharaan, serta pemantauan kondisi dan lokasi perangkat. Ketiadaan sistem terpusat juga berdampak pada lambatnya proses pelaporan dan minimnya transparansi dalam pengelolaan aset IT. Penelitian ini mengimplementasikan Sistem Inventaris Barang Berbasis Web yang terintegrasi dengan QR Code sebagai identitas unik untuk setiap aset. Sistem ini memungkinkan proses input, pembaruan, dan pencarian data dilakukan secara fleksibel dari berbagai lokasi. Melalui pemindaian QR Code, pengguna dapat mengakses informasi lengkap seperti nama perangkat, lokasi penempatan, kondisi terkini, hingga riwayat penggunaan. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Rational Unified Process, yaitu metode pengembangan perangkat lunak yang bersifat iteratif dan incremental serta berorientasi objek. Rational Unified Process, menekankan pada perancangan arsitektur sistem yang kuat dan pengelolaan risiko sejak tahap awal pengembangan. Proses pengembangan dibagi ke dalam empat fase utama, yaitu Inception, Elaboration, Construction, dan Transition. Setiap fase memiliki fokus dan tujuan yang jelas, mulai dari identifikasi kebutuhan dan analisis risiko, perancangan sistem, pembangunan aplikasi, hingga implementasi dan pengujian sistem secara menyeluruh. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pengelolaan aset IT di PT Selahonje Jaya Abadi Bekasi. Sistem juga mempercepat proses monitoring, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis data.
Copyrights © 2026