Dalam video YouTube "Monggo Pinarak EPS 7-Pak Pur Baik Sekali" di kanal Denny Caknan Official, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk campur kode dan faktor penyebabnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan sosiolinguistik sebagai pendekatan. Metode simak dan catat, yang melibatkan menyimak video berulang kali sebelum mentranskripsikan tuturan yang mengandung kode campuran, digunakan untuk mendapatkan data. Hasil penelitian didasarkan pada teori Suwito tentang campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Penelitian menunjukkan bahwa campur kode ke dalam terutama terjadi antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa, dan campur kode ke luar termasuk penambahan istilah asing seperti ngonten, podcast, real, ekstream, dan viral.Faktor penyebab campur kode dalam tayangan tersebut meliputi ketidaktuntasan penguasaan bahasa krama, keinginan menciptakan suasana akrab, tujuan humor, serta penggunaan istilah populer yang telah melekat dalam budaya digital. Secara keseluruhan, penggunaan campur kode dalam video ini mencerminkan dinamika komunikasi masyarakat Jawa modern di media digital sekaligus menunjukkan fleksibilitas bahasa sebagai sarana ekspresi sosial dan budaya.
Copyrights © 2026