Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya capaian graduasi mandiri Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH), yang menunjukkan bahwa bantuan sosial belum sepenuhnya mampu mendorong kemandirian penerima manfaat. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendamping sosial dalam mendorong graduasi mandiri, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengkaji upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut di Kelurahan Sukajawa Baru, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap Ketua Tim PKH, pendamping sosial, serta KPM graduasi dan non-graduasi. Informan dipilih secara purposive untuk memperoleh data yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendamping sosial dalam mendorong graduasi mandiri dilaksanakan melalui pendekatan yang terintegrasi, meliputi pendekatan struktural, edukatif melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), pendekatan relasional melalui kunjungan rumah (home visit), serta pendekatan adaptif melalui diferensiasi berdasarkan kondisi KPM, dan penguatan ekonomi produktif melalui fasilitasi akses program pemberdayaan seperti PPSE. Strategi ini menunjukkan bahwa pendamping berperan tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai fasilitator dan agen perubahan. Keberhasilan graduasi mandiri dipengaruhi oleh faktor pendukung berupa kesadaran, motivasi, dan perubahan pola pikir KPM, serta dukungan pendamping sosial dan akses terhadap program pemberdayaan. Namun demikian, terdapat faktor penghambat yang meliputi masih kuatnya mindset ketergantungan terhadap bantuan sosial, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan KPM, serta kendala struktural berupa keterbatasan dukungan operasional dan tingginya beban administratif pendamping yang memengaruhi intensitas pendampingan. Dalam menghadapi hambatan tersebut, pendamping sosial melakukan berbagai upaya adaptif, antara lain melalui penguatan motivasi dan transformasi pola pikir KPM secara berkelanjutan, peningkatan kapasitas melalui pendampingan intensif, serta strategi prioritas dan optimalisasi waktu dalam menghadapi keterbatasan struktural.
Copyrights © 2026