Abstract: The increasing number of prospective students participating in the special screening program at SD Muhammadiyah 3 Pandaan indicates the need for teachers to be prepared to implement inclusive education. Although the school has not yet been formally designated as an inclusive school, the dynamics of student diversity require a basic understanding and skills in conducting initial identification of students with special needs. This community service activity aims to improve teachers' capacity in understanding the concept of inclusive education and the skills to conduct initial screening systematically. The implementation method uses a psychoeducational approach and practice-based training with a pretest-posttest evaluation design. The activity was carried out in three stages, namely preparation (needs assessment and material preparation), implementation (material presentation, interactive discussion, and practice in using screening instruments), and evaluation. There were 26 teachers participating in the activity. The evaluation results showed an increase in posttest scores for all participants compared to the pretest, indicating an increase in teachers' conceptual understanding and readiness for implementation. In addition, there was a change in participants' perspectives regarding the function of screening as an initial identification step, rather than a clinical diagnosis. These findings indicate that psychoeducation and applied training are effective in strengthening teachers' capacity as a foundation for developing more inclusive and child-friendly schools. Abstrak: Meningkatnya jumlah calon peserta didik yang masuk melalui jalur screening khusus di SD Muhammadiyah 3 Pandaan menunjukkan kebutuhan akan kesiapan guru dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi. Meskipun sekolah belum secara formal ditetapkan sebagai sekolah inklusi, dinamika keberagaman karakteristik siswa menuntut adanya pemahaman dan keterampilan dasar dalam melakukan identifikasi awal siswa berkebutuhan khusus. SD Muhammadiyah 3 Pandaan saat ini masih belum ditetapkan sebagai sekolah inklusi secara formal, namun ternyata jumlah calon siswa yang masuk melalui jalur screening khusus terus meningkat. Kondisi ini mengharuskan guru perlu mempersiapkan pemahaman dan kompetensi yang memadai dalam mengimplementasikan system pendidikan inklusi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memahami konsep pendidikan inklusi serta keterampilan melakukan screening awal secara sistematis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan psikoedukasi dan pelatihan berbasis praktik dengan desain evaluasi pretest–posttest. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (need assessment dan penyusunan materi), pelaksanaan (pemaparan materi, diskusi interaktif, dan praktik penggunaan instrumen screening), serta evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 26 guru. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor posttest pada seluruh peserta dibandingkan pretest, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman konseptual dan kesiapan implementatif guru. Selain itu, terjadi perubahan perspektif peserta mengenai fungsi screening sebagai langkah identifikasi awal, bukan diagnosis klinis. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi dan pelatihan aplikatif efektif dalam memperkuat kapasitas guru sebagai fondasi pengembangan sekolah yang lebih inklusif dan ramah anak.
Copyrights © 2026