Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kecerdasan majemuk siswa SMP, preferensi mereka terhadap strategi pembelajaran IPA, serta menguji keterkaitan antara kedua variabel tersebut sebagai dasar diferensiasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melalui survei terhadap 102 siswa kelas VII, VIII, dan IX di SMPN 9 Bulukumba yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Instrumen penelitian terdiri atas angket kecerdasan majemuk berbasis delapan domain Gardner sebanyak 40 item (α = 0,89) dan angket preferensi strategi pembelajaran IPA sebanyak 30 item (α = 0,86), keduanya menggunakan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Spearman pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor kecerdasan majemuk berada pada kategori sedang dengan rentang mean 2,916–3,051 dan simpangan baku 0,626–0,751. Preferensi strategi pembelajaran IPA tergolong tinggi pada Inquiry-Based Learning (M = 4,965; SD = 0,127), Problem-Based Learning (M = 5,000; SD = 0,000), Project-Based Learning (M = 4,997; SD = 0,032), dan Direct Instruction (M = 4,555; SD = 0,524), sedangkan Technology-Enhanced Learning berada pada kategori sedang (M = 3,017; SD = 0,713). Analisis korelasi menunjukkan hubungan signifikan antara kecerdasan interpersonal dan Collaborative Learning (ρ = 0,773; p < 0,01), kecerdasan visual-spasial dan Technology-Enhanced Learning (ρ = 0,674; p < 0,01), serta kecerdasan intrapersonal dan Direct Instruction (ρ = 0,520; p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa asesmen kecerdasan majemuk dapat menjadi dasar empiris dalam merancang strategi pembelajaran IPA yang adaptif. Hasil penelitian juga memberi implikasi praktis bagi guru dalam mengembangkan diferensiasi pembelajaran sesuai profil kecerdasan siswa.
Copyrights © 2026