Komunikasi yang andal antara Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Ground Control Station (GCS) sangat penting pada misi jarak jauh UAV Hybrid VTOL karena stabilitas telemetri berpengaruh langsung terhadap keselamatan operasi. Antena monopole konvensional umumnya memiliki gain rendah dan pola radiasi omnidireksional sehingga membatasi reliabilitas serta jangkauan komunikasi. Penelitian ini mengusulkan integrasi antena Biquad 433 MHz dengan sistem antenna tracker berbasis GPS untuk mengoptimalkan performa telemetri. Antena dirancang melalui simulasi elektromagnetik, difabrikasi, dan dikarakterisasi menggunakan Vector Network Analyzer (VNA). Hasil pengukuran menunjukkan return loss –16,92 dB, VSWR 1,33, impedansi 48,7 Ω, serta bandwidth ±12 MHz pada batas VSWR ≤ 1,5, dengan gain simulasi maksimum sebesar 10,49 dBi. Uji terbang waypoint otonom menunjukkan komunikasi stabil hingga 2,2 km dengan kualitas sinyal di atas 80% pada jarak 1,5 km. Dibandingkan antena monopole standar yang stabil hingga ±1,2 km, sistem yang diusulkan meningkatkan jangkauan efektif sekitar 83%. Hasil ini membuktikan bahwa integrasi antena terarah dan mekanisme tracking secara signifikan meningkatkan reliabilitas telemetri UAV jarak jauh.
Copyrights © 2026