Beton geopolimer merupakan material konstruksi ramah lingkungan yang memanfaatkan fly ash sebagai pengganti semen Portland. Namun, beton geopolimer masih memiliki kelemahan berupa sifat getas dan kecenderungan mengalami retak akibat beban tarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat polypropylene terhadap workability, kuat tekan, dan kuat tarik belah beton geopolimer berbasis fly ash kelas F dari PLTU Paiton. Metode penelitian ini berupa eksperimental di laboratorium dengan 36 benda uji silinder (diameter 100 mm, tinggi 200 mm) pada tiga variasi kadar serat: 0 kg/m; 0,5kg/m; dan 1 kg/m³. Campuran menggunakan larutan NaOH 8 M dan Na₂SiO₃ dengan rasio 2:1, proporsi filler 60% dan binder 40%, serta perawatan membrane curing. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa penambahan serat menurunkan workability campuran secara signifikan. Kuat tekan tertinggi pada umur 28 hari diperoleh pada campuran tanpa serat yaitu 24,08 MPa. Penambahan serat 0,5 dan 1 kg/m³ ternyata menurunkan kuat tekan masing-masing sebesar 16,17% dan 23,00%. Sebaliknya, kuat tarik belah meningkat sebesar 18,11% dan 33,86% dengan nilai tertinggi 3,40 MPa pada kadar serat 1 kg/m³. Hasil tersebut menunjukkan bahwa serat polypropylene lebih efektif untuk meningkatkan ketahanan retak dan kapasitas tarik belah daripada untuk meningkatkan kuat tekan pada campuran beton geopolimer yang diteliti.
Copyrights © 2026