Keterbatasan infrastruktur digital masih menjadi kendala utama pemerataan akses pendidikan di daerah pedesaan Indonesia. Salah satunya dialami oleh Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, yang memiliki skor Indeks SDGs Desa pada aspek Pendidikan Berkualitas (SDGs 4) di bawah 50. Kondisi minimnya konektivitas internet menjadi salah satu penyebab rendahnya literasi membaca dan kemampuan pemanfaatan teknologi, khususnya di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta keterampilan teknologi melalui implementasi Workshop Pemanfaatan Teknologi Perpustakaan Digital Offline KutaBaca. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research dengan melibatkan guru dan siswa secara aktif dalam tahapan perencanaan, pelatihan, observasi, dan evaluasi dengan instrumen pre-test dan post. Sebanyak 21 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep perpustakaan digital, dari skor rata-rata 2,6 (rendah) pada pre-test menjadi 4,7 (sangat baik) pada post-test. Selain itu, tingkat keterampilan digital meningkat dari skala 2-3 menjadi 4-5, sedangkan tingkat kepuasan peserta mencapai 4,62 (kategori sangat puas). Implementasi sistem perpustakaan digital offline KutaBaca terbukti efektif mendukung proses pembelajaran dan memperkuat budaya literasi digital di sekolah pedesaan. Kegiatan ini menghasilkan model pengabdian berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah lain dengan keterbatasan akses internet.
Copyrights © 2026