Health Research Journal of Indonesia
Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia

Profil Penggunaan Obat Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Rawat Inap Di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei Kalimantan Tengah

Triwibowo, Drajat (Unknown)
Kurniawati, Darini (Unknown)
Mukti, Yusuf Anggoro (Unknown)
Atmaja, Dewi Susanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Apr 2026

Abstract

Pendahuluan: Sebuah kondisi psikotik yang melibatkan pengunduran diri sosial, gangguan emosional, dan afektif dengan kemungkinan halusinasi dan delusi. Salah satu pendekatan utama dalam penanganan skizofrenia adalah pemberian obat antipsikotik. Antipsikotik merupakan agen yang digunakan dalam pengobatan gangguan psikotik, gangguan mental berat. Penggolongan antipsikotik dibagi menjadi dua, yaitu antipsikotik tipikal dan antipsikotik atipikal. Tujuan: Mengetahui profil penggunaan obat antipsikotik pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa  Kalawa Atei Kalimantan Tengah. Metode: Jenis penelitian yang diterapkan merupakan studi kuantitatif non-eksperimen, dengan rancangan penelitian deskriptif observasional yang dilakukan melalui telaah terhadap data rekam medis pasien skizofrenia yang menjalani perawatan rawat inap. Hasil: didapatkan data dari 181 pasien yang menjalani rawat inap periode Januari–Agustus 2025 dengan jumlah terbanyak berjenis kelamin laki-laki yaitu 146 pasien (80,66%) dan perempuan yaitu 35 pasien (19,34%), dengan rentang umur 25 – 50 tahun berjumlah 122 pasien (67,40%). Skizofrenia (F20) sebanyak 100 pasien (55,25%). Kemudian, tipe skizofrenia tidak terorganisasi sebanyak 47 pasien (25,97%) dan tipe skizofrenia tak terdeferensiasi sebanyak 30 pasien (16,57%). Penggunaan Antipsikotik Tipikal (Generasi Pertama) (Haloperidol + Trifluoperazin + Chlorpromazin). Haloperidol 5 mg  menjadi obat yang paling dominan di seluruh kelompok. Haloperidol dikenal efektif untuk mengatasi gejala positif akut (halusinasi, delusi) dan sering digunakan dalam situasi kegawatdaruratan psikiatri (agitasi atau mengamuk). Simpulan: Penggunaan obat terbanyak adalah antipsikotik kombinasi tipikal dan atipikal, terutama chlorpromazine, fluphenazine, olanzapine, dan clozapine. Lorazepam dan Diazepam digunakan sebagai terapi adjuvan untuk mengatasi kecemasan, insomnia, atau agitasi akut pada pasien skizofrenia.  Trihexyfenidil 2 mg dari agen antikolinergik ini menunjukkan adanya upaya pencegahan atau pengobatan EPS yang diinduksi oleh antipsikotik, terutama Haloperidol dan antipsikotik tipikal lainnya.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

HRJI

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan ...