Pendahuluan: Pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan masalah utama yang dihadapi oleh rakyat Indonesia dibidang kependudukan. Upaya untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas sasaran utamanya pertumbuhan penduduk yang terkendali dan meningkatnya keluarga kecil berkualitas yang ditandai dengan meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang rasional, efektif, dan efisien yakni penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Melihat dari pengetahuan dan persepsi dalam penggunaan kontrasepsi, salah satu cara untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi IUD adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang manfaat, cara kerja, serta risiko dan manfaatnya. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dengan persepsi penggunaan kontrasepsi IUD di UPT Puskesmas Lanjas. Metode: Penelitian kuantitatif metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi 30 orang ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi AKDR. kajian data menggunakan kuesioner pada variabel pengetahuan dan persepsi, Dianalisis menggunakan univariat dan bivariat uji chi square. Hasil: karakteristik yaitu sebagian besar berusia 20-35 tahun 25 orang atau (83.3), memiliki pendidikan yang rendah sebanyak 26 orang atau (86,7%), mayoritas responden tidak bekerjan 21 orang atau (70%), sebagian besar paritas multipara 22 orang atau (73,3%), Jenis kontrasepsi yang digunakan adalah sebagian besar sunti 23 orang atau (76.7%). Responden memiliki pengetahuan yang sebagian besar adalah kategori baik 18 orang atau 60%, dan persepsi yang sebagian besar adalah kategori baik 17 orang atau 58,7%. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan persepsi penggunaan kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Lanjas (p value = 0,001 < 0,05).
Copyrights © 2026