Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik. Kadar glukosa saliva pada penderita DM yang meningkat dapat menjadi faktor predisposisi terhadap pertumbuhan mikroba (bakteri dan jamur) yang dapat menyebabkan infeksi rongga mulut. Tujuan: Mengetahui hubungan lama menderita DM tipe 2 terhadap pertumbuhan mikroba sebagai faktor predisposisi infeksi rongga mulut. Metode: Metode penelitian yaitu observasional analitik dan desain cross sectional. Populasi berjumlah 57 penderita DM tipe 2 Puskesmas Harapan Baru, Samarinda dan 33 saliva yang diambil dengan teknik purposive sampling. Identifikasi bakteri dengan media Blood Agar Plate (BAP), pewarnaan Gram, serta uji biokimia. Identifikasi jamur dilakukan menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), chromagar, pewarnaan LPCB, dan uji germ tube. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil pertumbuhan positif jamur Candida sp. pada 29 responden (87,8 %) dan pertumbuhan positif bakteri Gram positif pada 30 responden (90,9%). Hasil positif pertumbuhan mikroba pada pasien DM yang menderita ≥3 tahun sebanyak 24 responden (72,7%). Hasil uji statistik didapatkan hasil nilai p= 0,036 (<0,05), artinya terdapat hubungan bermakna signifikan lama menderita DM dengan pertumbuhan mikroba. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna signifikan lama menderita DM tipe 2 dengan pertumbuhan mikroba sebagai faktor predisposisi infeksi rongga mulut.
Copyrights © 2026