Parasocial relationship dalam industri K-pop semakin umum terjadi seiring dengan berkembangnya media sosial yang memungkinkan interaksi maupun hubungan satu arah menjadi lebih intens. Di sisi lain, media sosial juga memberikan ruang pada cancel culture yang justru memunculkan respon ambivalen sehingga menghadirkan dinamika menarik dalam parasocial relationship penggemar dengan idolanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran parasocial relationship pada penggemar K-pop yang berada pada tahap usia emerging adulthood, khususnya yang idolanya pernah menjadi target cancel culture. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan instrumen Parasocial Relationship Scale dari Claessens dan Bulck (2015). Pengambilan data dilakukan secara daring melalui Google Form menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh sebanyak 196 partisipan dianalisis menggunakan statistika deskriptif, tabulasi silang, dan uji beda dengan menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas partisipan (51.3%) berada pada tingkat parasocial relationship kategori sedang yang didapatkan dari hasil skor kedua dimensi, emotional connection dan analogy with social relationship, pada kategori sedang. Penemuan ini mengindikasikan bahwa partisipan memiliki hubungan satu arah dengan idola yang pernah menjadi target cancel culture, ditandai dengan keterlibatan emosional yang tidak terlalu mendalam dan cenderung mempersepsikan hubungan tersebut seperti individu yang dekat dengan mereka di kehidupan sosialnya, tetapi masih dalam batasan yang tidak melampaui hubungan yang sangat personal.
Copyrights © 2026