Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan bahan ajar IPA yang mampu mengintegrasikan konsep ilmiah dengan konteks budaya lokal untuk meningkatkan relevansi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan guru dan peserta didik terhadap pengembangan modul IPA digital berbasis etnosains Pancaniti pada jenjang SMP di Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan kondisi aktual pembelajaran IPA, pengalaman digital, kesiapan sarana, serta kebutuhan integrasi nilai budaya Sunda dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memiliki infrastruktur digital yang memadai, namun bahan ajar yang interaktif dan kontekstual masih terbatas, sehingga modul digital berbasis etnosains sangat diperlukan untuk mendukung pemberdayaan pemecahan masalah, literasi lingkungan, dan penguatan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan modul IPA digital terintegrasi nilai Pancaniti merupakan kebutuhan strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang interaktif, relevan, dan berkarakter budaya.
Copyrights © 2026