Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Profil Pengembangan Modul Ajar IPA Terintegrasi Etnosains sebagai Upaya Penguatan Konsep Ilmiah: Systematic Literature Review Supriatna, Asep Yudi; Hernawati, Diana; Badriah, Liah; Ruganda, Ernita
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 13 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v13i1.84652

Abstract

Pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPA berpotensi memperkuat konsep ilmiah sekaligus menanamkan nilai budaya lokal. Penelitian ini menganalisis profil pengembangan modul ajar IPA terintegrasi Etnosains, melalui metode Systematic Literature Review (SLR), berbantu model analisis PRISMA, dengan fokus pada artikel terindeks SINTA 2, terbitan 2020 hingga 2024. Dari 2.280 artikel pada basis data Google Scholar, teridentifikasi melalui kata kunci, setelah melewati tahapan seleksi topik, 1.540 artikel diantaranya tereliminasi. Selanjutnya, peninjauan abstrak menyisihkan 690 arikel, dan analisis kelayakan, berfokus pada isi artikel menyeleksi 50 artikel, yang akhirnya menghasilkan 8 artikel relevan untuk kajian mendalam. Temuan menunjukkan bahwa modul bertema Batik Kerinci, tanaman obat Bugis, dan topeng Singo Barong efektif meningkatkan literasi sains serta apresiasi budaya. Namun, pengembangan modul ajar berbasis kearifan lokal Sunda masih minim. Oleh karena itu, pengembangan modul ajar IPA berbasis budaya Sunda direkomendasikan sebagai upaya memperkaya strategi pembelajaran kontekstual, yang mendukung pelestarian budaya dan transfer nilai-nilai ilmiah warisan leluhur.
ANALISIS PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA PADA SMP NEGERI DI DAERAH PESISIR TASIKMALAYA (Kajian Kualitatif Terhadap Faktor Kausal dan Dampaknya) Supriatna, Asep Yudi; Astianti, Esta; Ruganda, Ernita; Sabarini, Kiki; Mustofa, Romy Faisal
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.7643

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi implementasi pengelolaan laboratorium IPA di sekolah negeri jenjang SMP di daerah pesisir Kabupaten Tasikmalaya. Laboratorium yang dikelola dengan baik memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains. Namun, ketidakseimbangan dalam sumber daya, kebijakan, serta kompetensi tenaga pendidik dapat menyebabkan kesenjangan dalam pemanfaatan fasilitas laboratorium. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen laboratorium di sekolah dengan karakteristik dekat dengan pesisir pantai. Hasil penelitian mengungkap adanya ketidak sesuaian dalam pengelolaan laboratorium yang dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana, kebijakan sekolah, serta tidak adanya tenaga pengelola laboratorium. Temuan ini menekankan perlunya evaluasi lebih mendalam terkait distribusi fasilitas yang lebih merata dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta laboran untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium IPA sebagai sarana pembelajaran yang efektif.
Pengembangan Modul IPA Digital Terintegrasi Etnosains Pancaniti Berbasis Kearifan Lokal Sunda : Analisis Kebutuhan Supriatna, Asep Yudi; Hernawati, Diana; Badriah, Liah
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.27568

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan bahan ajar IPA yang mampu mengintegrasikan konsep ilmiah dengan konteks budaya lokal untuk meningkatkan relevansi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan guru dan peserta didik terhadap pengembangan modul IPA digital berbasis etnosains Pancaniti pada jenjang SMP di Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan kondisi aktual pembelajaran IPA, pengalaman digital, kesiapan sarana, serta kebutuhan integrasi nilai budaya Sunda dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memiliki infrastruktur digital yang memadai, namun bahan ajar yang interaktif dan kontekstual masih terbatas, sehingga modul digital berbasis etnosains sangat diperlukan untuk mendukung pemberdayaan pemecahan masalah, literasi lingkungan, dan penguatan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan modul IPA digital terintegrasi nilai Pancaniti merupakan kebutuhan strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang interaktif, relevan, dan berkarakter budaya.