Laboratorium komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Fasilkom Ubhara) sebelumnya bergantung pada jaringan hotspot dari provider ISP yang tidak dapat dikonfigurasi secara mandiri, sehingga tidak tersedia mekanisme pembatasan bandwidth, manajemen pengguna, maupun autentikasi akses yang memadai. Kondisi ini menyebabkan penggunaan bandwidth yang tidak terkontrol dan ketidakmampuan administrator dalam memonitor aktivitas jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan infrastruktur jaringan WLAN mandiri berbasis MikroTik RouterOS yang dilengkapi dengan manajemen hotspot menggunakan captive portal dan pembatasan bandwidth melalui Simple Queue. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang mencakup tahapan analisis, desain, simulasi, implementasi, monitoring, dan manajemen. Hasil implementasi menunjukkan bahwa jaringan WLAN berhasil dibangun dengan konektivitas penuh ke internet (packet loss 0%, avg-rtt 1ms), pembatasan bandwidth efektif pada 5 Mbps upload/download per segmen jaringan dengan hasil speedtest mencapai 4,31 Mbps download dan 4,72 Mbps upload, serta sistem hotspot captive portal yang berfungsi dengan autentikasi berbasis username dan password melalui domain labsiber.com. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi MikroTik secara signifikan meningkatkan kontrol administrator terhadap jaringan laboratorium dibandingkan kondisi sebelumnya.
Copyrights © 2026