Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas lima SD Negeri 071166 Ononamolo Alasa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, yang terlihat dari rendahnya inisiatif bertanya serta ketuntasan belajar yang hanya mencapai 56,25% pada tahap awal penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan Model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas lima Sekolah Dasar Negeri 071166 Ononamolo Alasa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes kemampuan berpikir kritis, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan membandingkan hasil setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya persentase ketuntasan belajar dari lima puluh enam koma dua puluh lima persen pada siklus pertama menjadi delapan puluh tujuh koma lima persen pada siklus kedua. Dengan demikian, Model pembelajaran Problem Based Learning efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Copyrights © 2026