Urgensi penelitian ini adalah meningkatnya penggunaan teknologi Generative AI di kalangan siswa SMA yang berpotensi memengaruhi kemandirian belajar, sehingga perlu dikaji hubungan antara perceived usefulness dan cognitive offloading terhadap self-regulated learning guna memastikan pemanfaatan teknologi tersebut tetap mendukung kemampuan belajar yang efektif dan bertanggung jawab. Perkembangan Artificial Intelligence (AI), khususnya Generative AI, telah mengubah cara siswa mengakses informasi dan menyelesaikan tugas akademik. Penggunaan teknologi tersebut tidak hanya berkaitan dengan efisiensi belajar, tetapi juga berpotensi memengaruhi kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Perceived Usefulness dan Cognitive Offloading dengan Self-Regulated Learning pada siswa kelas XII pengguna Generative AI di SMA Negeri 1 Randudongkal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 Randudongkal, dengan sampel berjumlah 177 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert yang dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Usefulness memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Self-Regulated Learning (t = 7,787; p < 0,05), sedangkan Cognitive Offloading tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (t = 0,232; p > 0,05). Secara simultan, kedua variabel berhubungan signifikan dengan Self-Regulated Learning dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,308. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi kegunaan teknologi berperan dalam mendukung kemandirian belajar siswa, sementara Cognitive Offloading lebih berfungsi sebagai strategi efisiensi kognitif dalam pemanfaatan teknologi.
Copyrights © 2026