Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa terdapat perbedaan pengaruh latihan pecing pad dan latihan lambungan teman, perbedaan pengaruh panjang tungkai, serta interaksi keduanya terhadap ketepatan servis punggung atlet sepak takraw PSTI Undikma. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen faktorial 2 x 2 dengan pendekatan pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 24 atlet putra usia remaja yang dibagi ke dalam empat kelompok: pecing pad dengan tungkai panjang, lambungan teman dengan tungkai panjang, pecing pad dengan tungkai pendek, dan lambungan teman dengan tungkai pendek. Perlakuan diberikan selama 6 minggu dengan 18 pertemuan. Instrumen penelitian meliputi pengukuran panjang tungkai dan tes ketepatan servis punggung sebanyak 20 kesempatan servis. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, homogenitas Levene, ANAVA dua jalur, dan uji lanjut Tukey pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa latihan lambungan teman memberikan pengaruh lebih tinggi dibandingkan latihan pecing pad terhadap ketepatan servis punggung (F = 5,850; p = 0,025). Atlet bertungkai panjang memiliki ketepatan servis lebih baik dibandingkan atlet bertungkai pendek (F = 167,632; p = 0,000). Terdapat interaksi signifikan antara model latihan dan panjang tungkai terhadap ketepatan servis punggung (F = 65,769; p = 0,000). Kelompok lambungan teman dengan tungkai panjang mencapai skor posttest tertinggi, sedangkan pada kelompok tungkai pendek latihan pecing pad lebih menguntungkan daripada lambungan teman. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas latihan servis punggung tidak hanya ditentukan oleh variasi tugas, tetapi juga oleh kesesuaian latihan dengan karakteristik antropometri atlet. Kata Kunci: : Lambungan teman; pecing pad; panjang tungkai; servis punggung; sepak takraw.
Copyrights © 2024