Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan E-Movement berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan pemain sepak bola Panser FC Taliwang. Premis utama penelitian didasarkan pada kebutuhan pemain sepak bola untuk melakukan akselerasi, deselerasi, perubahan arah, dan reposisi tubuh secara cepat dalam ruang permainan yang terbatas. Kelincahan menjadi komponen penting karena pemain tidak hanya dituntut berlari cepat, tetapi juga mampu mengubah arah gerak secara efisien ketika melakukan pressing, transisi bertahan-menyerang, membuka ruang, dan mengantisipasi pergerakan lawan. Penelitian menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest dengan sampel 20 pemain Panser FC Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Perlakuan diberikan melalui program latihan E-Movement cone drill selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Instrumen pengukuran kelincahan menggunakan shuttle run, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu shuttle run menurun dari 14,70 detik pada pretest menjadi 14,35 detik pada posttest. Penurunan waktu sebesar 0,35 detik menunjukkan peningkatan performa kelincahan karena skor waktu yang lebih rendah menandakan gerak bolak-balik yang lebih cepat. Hasil uji t menunjukkan t hitung sebesar 2,948 lebih besar daripada t tabel 1,729 pada taraf signifikansi 5%, sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan E-Movement dapat digunakan sebagai variasi latihan kelincahan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan perubahan arah pemain sepak bola amatir. Implikasi praktisnya, pelatih dapat memasukkan E-Movement dalam program latihan fisik mingguan, terutama pada fase pengembangan kelincahan, koordinasi kaki, kontrol tubuh, dan kemampuan transisi gerak. Kata Kunci: E-Movement; kelincahan; sepak bola; shuttle run; latihan cone drill.
Copyrights © 2024