Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang memiliki nilai edukatif tinggi dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai media pembelajaran anak usia dini. Salah satu permainan tersebut adalah egrang batok, yaitu alat permainan yang terbuat dari batok kelapa dan tali sebagai pijakan serta pegangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan egrang batok sebagai alat permainan edukasi berbasis kearifan lokal dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 10 anak usia dini, 3 guru, dan 5 orang tua di TKN Pembina Pandeglang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan egrang batok mampu meningkatkan kemampuan keseimbangan, koordinasi gerak, kemandirian, serta interaksi sosial anak. Dengan demikian, egrang batok dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dan kontekstual berbasis budaya lokal.
Copyrights © 2026