Keterampilan komunikasi Bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar masih menghadapi tantangan, khususnya dalam pemahaman instruksi, keterbatasan kosakata, serta rendahnya kepercayaan diri dalam berbicara. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan capaian program English Club berbasis scaffolding sebagai bentuk intervensi pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SD Islam Al-Azhar 57 Kota Jambi. Program dirancang dengan pendekatan komunikatif melalui tahapan pemodelan bahasa, latihan terpandu, praktik interaktif, serta presentasi lisan sederhana. Data diperoleh melalui observasi partisipasi siswa, dokumentasi kegiatan, serta hasil tugas deskriptif. Hasil menunjukkan adanya perubahan partisipasi siswa dari cenderung pasif menjadi lebih aktif dalam kegiatan berbicara, peningkatan keberanian dalam menyampaikan ujaran sederhana, serta perkembangan kemampuan menyusun teks deskriptif dengan struktur yang lebih terarah. Selain itu, peningkatan juga terlihat pada aspek kelancaran (fluency), kosakata (vocabulary), dan kepercayaan diri (confidence) dalam berkomunikasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang dirancang secara terstruktur dan adaptif dapat memperkuat praktik pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar. Program ini memberikan kontribusi praktis sebagai model intervensi komunikatif yang aplikatif dan kontekstual dalam mendukung pembelajaran bahasa di sekolah mitra.
Copyrights © 2026