Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21, namun berbagai studi menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih relatif rendah. Hal ini menunjukkan perlunya kajian terhadap faktor-faktor yang memengaruhi, khususnya kemampuan siswa dalam menghadapi kesulitan belajar. Salah satu faktor yang relevan adalah adversity quotient, yaitu kemampuan individu dalam bertahan dan menyelesaikan masalah saat menghadapi tantangan (Stoltz, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran adversity quotient dalam kemampuan pemecahan masalah matematis siswa serta mengkaji kontribusi model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dengan kriteria seleksi tertentu, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kualitatif melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis naratif (Sugiyono, 2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adversity quotient berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Siswa dengan adversity quotient tinggi lebih mampu memahami masalah, menyusun strategi, dan menyelesaikan masalah secara sistematis (Sutisna et al., 2023). Selain itu, Problem Based Learning efektif meningkatkan keterlibatan dan kemampuan berpikir kritis siswa (Savery, 2015). Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi penguatan adversity quotient dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
Copyrights © 2026