Latar belakang pengabdian ini terjadi karena munculnya bencana alam ekstrem di Kabupaten Tapanuli Selatan, tepatnya di Desa Garoga dan Desa Huta Godang yang mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur dasar, hunian masyarakat, hingga fasilitas umum yang berfungsi menopang aktivitas sosial-ekonomi sehari-hari. Peristiwa tersebut berasal dari arus air yang kuat membawa material lumpur, batu, pohon tumbang, dan merusak rumah-rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian ini dilaksanakan karena Tim Pengabdi menawarkan solusi multifaktor berbasis Program SANTANA (Solusi Aksi Navigasi Tanggap Bencana) yang meliputi inovasi distribusi logistik berkelanjutan dengan melibatkan mitra terkait pada korban bencana terdampak. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan harapan hidup dan memunculkan kebertahanan dalam menjalani dan melanjutkan masa depannya. Tahapan metode dalam penelitian ini, terdiri dari: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil yang diperoleh melalui periode pelaksanaan di Desember 2025 adalah pelaksanaan cepat tanggap darurat dalam inovasi distribusi logistik. Kemudian, pada tahap berikutnya di tahun 2026 berupa keberlanjutan program secara intensif dan optimal agar korban terdampak dapat secara permanen pulih dari trauma dan ketakutan menjalani hari esok. Adapun target luaran, yaitu: media surat kabar, artikel ilmiah, dan video. Dengan demikian, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang lebih baik dapat terealisasi dengan lebih humanis dan inovatif.
Copyrights © 2026