Tujuan PkM adalah mencegah perundungan siber melalui penerapan kelompok psikoedukasi dengan model bermain peran. Metode PkM menggunakan kelompok psikoedukasi dengan model bermain peran. Sasaran utama PkM adalah 36 peserta didik kelas XI A-F MAN Jakarta. Selain itu, terlibat juga empat wali kelas XI, dan tiga guru BK/K MAN, enam orang peer helper dari mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, dan 40 anggota Kelompok Bimbingan dan Konseling Remaja. Pengumpulan data menggunakan Behavior During Cyberbullying Episodes Scale versi peserta didik MAN hasil adaptasi dan validasi ketua pelaksana PkM serta Instrumen Evaluasi PkM. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Secara operasional analisis data kuantitatif menggunakan bantuan software SPSS v.23.0. Hasil PkM dapat disimpulkan bahwa penerapan kelompok psikoedukasi dengan model bermain peran terbukti dapat mencegah perundungan siber peserta didik kelas XIA-F MAN di Jakarta. Hal ini terbukti dari perbedaan yang signifikan pada peran saksi pasif dan pelaku perundungan yang menurun dan peningkatan skor walaupun tidak signifikan pada peran pembela korban perundungan siber. Peserta didik menilai bahwa kegiatan ini sangat berkualitas, sangat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, sangat membantu dalam mencegah dan mengatasi perundungan siber, sangat puas, sangat merekomendasikan kepada peserta didik lain, serta sangat menginginkan dan akan mengikuti jika kegiatan serupa diadakan kembali di tahun berikutnya.
Copyrights © 2026