Rendahnya pengetahuan dan perilaku sehat remaja di Desa Sukasari terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pencegahan penyakit tidak menular (PTM), imunisasi, dan kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya dukungan sosial, serta minimnya layanan kesehatan yang ramah remaja. Observasi awal menunjukkan bahwa 55,2% remaja belum pernah mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi dan hanya 21,6% yang pernah mengakses layanan kesehatan sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku sehat remaja melalui pemberdayaan peer educator (pendidik sebaya) dan pembentukan Posyandu Remaja dengan model Integrasi Layanan Primer (ILP). Pengabdian ini menggunakan desain pra-eksperimental (one group pretest–posttest) yang melibatkan 16 remaja di Desa Sukasari. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan kader remaja sebagai peer educator, serta pembentukan Posyandu Remaja sebagai wadah layanan promotif dan preventif yang terintegrasi. Terdapat peningkatan signifikan pada rerata skor pengetahuan remaja, dari 20,53 sebelum edukasi menjadi 25,90 setelah edukasi. Selain itu, terbentuk kader remaja yang aktif berperan sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada teman sebaya. Pendekatan pemberdayaan melalui peer educator dan Posyandu Remaja berbasis ILP efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan remaja, serta memiliki potensi besar untuk menjadi model promosi kesehatan yang berkelanjutan di Masyarakat
Copyrights © 2026