Kelompok Masyarakat Petani Manunggal Bersari di Desa Beran, Kabupaten Ngawi, merupakan komunitas petani yang sebagian besar wilayahnya didominasi oleh lahan persawahan dan permukiman. Dalam praktiknya, para petani menghadapi kendala dalam meningkatkan produktivitas karena harus menyesuaikan aktivitas dengan jadwal pengoperasian pompa submersible, sehingga menghambat kegiatan pertanian lainnya. Permasalahan ini diatasi melalui penerapan flow controller yang diintegrasikan pada mesin pompa submersible. Implementasi program dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan penggunaan alat, serta pendampingan kepada masyarakat. Hasil penerapan selama empat minggu menunjukkan bahwa alat flow controller mampu beroperasi dengan baik, mengotomatisasi pengoperasian pompa sesuai waktu yang ditentukan, serta menghasilkan data operasional yang terdokumentasi dengan baik. Penggunaan alat ini terbukti membantu petani dalam menjalankan kegiatan pertanian secara lebih efektif, sehingga mereka dapat mengalokasikan waktu untuk aktivitas lain secara optimal. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi ini memiliki potensi untuk digunakan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026