Ketahanan pangan nasional tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh efektivitas penyuluhan pertanian yang mampu meningkatkan kapasitas kelompok tani. Kelompok tani berperan sebagai wadah belajar, kerja sama, dan penguatan posisi tawar petani, sehingga kinerjanya menjadi faktor penting dalam mendukung swasembada pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja kelompok tani binaan BPP Sekojo di Kota Palembang dalam mendukung program swasembada pangan. Penelitian dilaksanakan pada JuniāJuli 2025 dengan metode deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara 15 petani responden menggunakan kuesioner skala Likert, serta observasi dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kelompok tani secara umum berada pada kategori efektif dengan skor rata-rata 90,91. Indikator minat petani, kesadaran akan pentingnya program, penggunaan teknologi, peran penyuluh, serta akses sarana prasarana memperoleh nilai tinggi, sedangkan keterampilan manajerial dan akses permodalan masih tergolong kurang efektif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas manajerial dan dukungan pembiayaan, di samping peran aktif penyuluh pertanian, agar kelompok tani lebih mandiri dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan.
Copyrights © 2026