Pendahuluan: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada anak. Keterbatasan pemanfaatan pangan mempengaruhi ketidak cukupan gizi dalam menopang tumbuh kembang anak. Metode: Pengabdian dilaksanakan pada September hingga Oktober 2025. Intervensi meliputi sosialisasi, penyuluhan menggunakan food model dan materi digital (dibagikan melalui WhatsApp grup ibu balita), pendampingan, demonstrasi memasak, serta pengukuran antropometri. Evaluasi menggunakan rancangan pre–post pengetahuan tanpa kelompok kontrol pada 40 ibu balita. Hasil: Peserta didominasi pendidikan sekolah dasar (45%) dan status gizi obesitas (62,5%). Rerata skor pengetahuan meningkat dari 5,73±2,112 menjadi 6,78±1,847; selisih 1,05±2,801 (p=0,023). Secara individu, 47,5% mengalami peningkatan skor, 20,0% tetap, dan 32,5% menurun. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berkontribusi pada perbaikan pengetahuan populasi sasaran, meskipun respons antarindividu bervariasi. Kesimpulan: Program edukasi gizi dengan penekanan pada penganekaragaman konsumsi pangan efektif meningkatkan pengetahuan ibu balita di Desa Ibul Besar.
Copyrights © 2026