Penelitian tentang integrasi qalb dan ‘aql dalam pendidikan Islam telah banyak dibahas secara konseptual, namun masih terdapat kesenjangan (gap) dalam upaya merumuskan sintesis pemikiran para filosof Muslim menjadi model pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan digital kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep integrasi qalb dan ‘aql dalam pemikiran Al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Al-Ghazali, dan Muhammad Iqbal serta merumuskan prinsip-prinsip pembelajaran efektif berdasarkan sintesis pemikiran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari karya-karya primer para filosof Muslim dan sumber sekunder berupa buku serta artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan komparatif-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan yang efektif menuntut integrasi rasionalitas ilmiah (akal) dan kesadaran spiritual (hati) yang melahirkan tiga prinsip utama pembelajaran, yaitu rasionalitas etis, spiritualitas praktis, dan kemanusiaan kreatif. Sintesis tersebut menghasilkan model konseptual Integrated Heart–Mind Learning Paradigm (IHMLP) yang menekankan keseimbangan antara berpikir kritis, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji penerapan paradigma IHMLP secara empiris melalui penelitian tindakan kelas atau eksperimen guna menilai efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar dan pembentukan karakter peserta didik.
Copyrights © 2026