Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pelaksanaan program peningkatan gizi balita di Posyandu Desa Peoho dengan menggunakan pendekatan Community Based Development (CBD). Kualitas pelayanan publik dalam program gizi merupakan faktor penting yang mempengaruhi kepuasan masyarakat dan keberhasilan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif, yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk memahami "Perspektif Teori Community Based Development (CBD) pada Program Perbaikan Gizi Balita di Posyandu Desa Peoho," program ini berhasil menerapkan tujuh indikator utama CBD. Pertama, partisipasi masyarakat tercermin dari keterlibatan aktif orang tua balita dan kader posyandu, menciptakan rasa kepemilikan. Kedua, pemberdayaan terlihat dari peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi melalui penyuluhan. Ketiga, keberlanjutan di dukung oleh komitmen masyarakat serta dukungan dari pemerintah desa dan Puskesmas meskipun ada tantangan pendanaan. Keempat, kemandirian masyarakat mulai terwujud dengan inisiatif pemanfaatan bahan pangan lokal. Kelima, keadilan sosial diwujudkan dengan pemerataan akses PMT bagi balita, namun terdapat tantangan distribusi bagi yang tidak hadir. Keenam, kepercayaan antara masyarakat dan kader posyandu mendorong partisipasi yang lebih aktif. Terakhir, jaringan sosial yang kuat antara berbagai pihak meningkatkan efektivitas program. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam menerapkan prinsip-prinsip CBD, meskipun masih perlu perhatian dalam hal keberlanjutan dan kemandirian.
Copyrights © 2026