Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa berkebutuhan khusus yang belum menunjukkan ketaatan dalam proses pembelajaran. Demikian itu ditunjukkan dengan perilaku seperti seperti keluar masuk kelas tanpa izin selama pembelajaran, tidak fokus saat belajar, menggunakan bahasa kasar yang tidak sesuai dengan usianya, berteriak saat proses pembelajaran berlangsung, serta makan ketika teman-temannya sedang sholat. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis implementasi vicarious learning dalam pembelajaran untuk menanamkan nilai ketaatai pada siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah 3 Samarinda. Metode penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian deskriptif. Dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis dengan model analisis dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran di SD Muhammadiyah 3 menggunakan metode vicarious learning. Dari pembelajaran tersebut memuat penanaman nilai ketaatan pada anak berkebutuhan khusus melalui pembiasaan pelaksanaan sholat dhuha dan sholat dzhuhur berjama’ah, pembelajaran al-Qur’an dengan mengaji tilawati, program sedekah jum’at, dan pembiasaan berdo’’a sebelum mengawali kegiatan. Selain itu, siswa dibiasakan untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Dari berbagai aktivitas, siswa memiliki nilai dan karakter taat pada saat pembelajaran. Ketaatan menjadi hal yang dibutuhkan oleh guru dari siswa, sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Copyrights © 2025