Banjir di Kota Tangerang, khususnya di Kelurahan Pedurenan dan Pinang, telah terjadi berulang sejak tahun 2002 akibat luapan Kali Angke dengan ketinggian air mencapai 50–150 cm. Meskipun berisiko, banyak warga tetap memilih bermukim di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat terhadap faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk tetap bermukim. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penyebaran kuesioner skala Likert dan observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan perhitungan mean rank terhadap 14 indikator utama. Hasil penelitian menunjukkan tiga faktor utama yaitu interaksi sosial antarwarga (8.97), ketersediaan fasilitas kesehatan (8.81), dan keterjangkauan terhadap pusat kota (8.39). Interaksi sosial yang kuat mencerminkan solidaritas dan dukungan antarwarga saat banjir, sementara akses terhadap fasilitas kesehatan serta lokasi strategis dekat pusat kota mendukung kemudahan aktivitas ekonomi. Dengan demikian, keputusan bermukim tidak hanya dipengaruhi faktor fisik, tetapi juga ikatan sosial dan ekonomi yang memperkuat keterikatan masyarakat terhadap lingkungan tinggalnya.
Copyrights © 2026