Distribusi merupakan elemen penting dalam rantai pasok yang secara langsung memengaruhi efisiensi biaya operasional, ketepatan waktu pengiriman, serta kepuasan pelanggan. PT XYZ mengalami kendala dalam sistem distribusinya karena penentuan rute masih dilakukan secara manual berdasarkan intuisi dispatcher, tanpa mempertimbangkan faktor jarak tempuh, kapasitas kendaraan, maupun efisiensi biaya. Hal ini berdampak pada tingginya total jarak distribusi, ketidakseimbangan beban kerja pengemudi, serta meningkatnya biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute distribusi dengan mengusulkan pendekatan hybrid yang menggabungkan algoritma Clarke and Wright Saving Heuristic dan algoritma Evolutionary dengan bantuan Excel Solver. Algoritma Clarke and Wright digunakan untuk membentuk rute distribusi berdasarkan nilai penghematan terbesar dengan tetap memperhatikan kapasitas kendaraan, sementara algoritma Evolutionary diterapkan untuk mengoptimalkan urutan kunjungan pelanggan pada setiap rute agar total jarak tempuh dapat diminimalkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang diusulkan mampu menghasilkan enam rute distribusi dengan total jarak tempuh sebesar 516,7 km, lebih rendah dibandingkan rute awal sebesar 1.122 km, sehingga terjadi penghematan jarak sebesar 53,9%. Selain itu, biaya distribusi juga menurun dari Rp1.054.167 menjadi Rp344.122 per hari atau berkurang sebesar 67,36%. Pengurangan jumlah rute dari sembilan menjadi enam juga menunjukkan peningkatan pemanfaatan armada, dengan potensi penggunaan tiga kendaraan untuk keperluan lain. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan hybrid yang diterapkan efektif dalam meningkatkan efisiensi distribusi serta memberikan manfaat praktis bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan operasional terkait optimasi rute distribusi.
Copyrights © 2026