Penelitian ini didasari oleh pentingnya memahami proses akulturasi Islam dengan budaya lokal sebagai ciri utama perkembangan Islam di Nusantara. Salah satu bentuk akulturasi ini terlihat dalam tradisi Baayun Maulid masyarakat Banjar Kalimantan Selatan, yang menggabungkan unsur budaya lokal dengan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian adalah menganalisis proses islamisasi tradisi lokal Banjar melalui Baayun Maulid, sehingga menghasilkan budaya religius yang mencerminkan akulturasi Islam Nusantara dalam perspektif living hadis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber seperti jurnal terakreditasi nasional dan internasional, serta buku akademik relevan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, dan analisis dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) secara deskriptif-kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa Baayun Maulid adalah bentuk reinterpretasi dari budaya lokal melalui pengintegrasian nilai-nilai Islam, seperti pembacaan shalawat, doa, dan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini mencerminkan praktik living hadis yang memperlihatkan bagaimana ajaran Nabi dihidupkan dalam praktik sosial masyarakat. Akulturasi dalam Baayun Maulid menghasilkan budaya religius yang bersifat kontekstual, moderat, dan adaptif terhadap kearifan lokal, sekaligus menjadi media transmisi nilai keislaman antar generasi. Temuan ini menegaskan bahwa islamisasi budaya dengan pendekatan kultural dapat memperkuat identitas Islam Nusantara, yang harmonis antara ajaran agama dan tradisi lokal.
Copyrights © 2026