Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh resistensi insulin dan inflamasi sistemik derajat rendah, di mana indeks Triglyceride-Glucose (TyG) digunakan sebagai indikator resistensi insulin dan Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) sebagai penanda inflamasi sistemik sederhana. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyajikan data empiris mengenai hubungan antara indeks TyG dan NLR pada pasien DMT2 di tingkat rumah sakit daerah yang masih terbatas pelaporannya dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara indeks TyG dan NLR pada pasien DMT2. Metode yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional terhadap 108 pasien DMT2 yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling dari rekam medis di Rumah Sakit Anutapura Kota Palu. Hasil penelitian menunjukkan median indeks TyG sebesar 9,66 (8,21–10,91) dan median NLR sebesar 1,81 (0,81–9,47), dengan uji korelasi Spearman yang menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara keduanya (P-value = 0,615; r = 0,049). Kesimpulannya, indeks TyG dan NLR tidak memiliki hubungan yang signifikan pada pasien DMT2, sehingga keduanya tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal dalam menilai inflamasi, karena hubungan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.
Copyrights © 2026