Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional pada Gudang Penimbunan Sementara PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pergudangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, yang kemudian dianalisis menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 potensi kegagalan (failure mode) pada proses inbound, penimbunan, dan outbound, dengan proses penimbunan sebagai tahap paling dominan dalam menimbulkan risiko. Berdasarkan analisis FMEA, kegagalan dengan tingkat risiko tertinggi adalah kebocoran atap gudang dengan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 224, diikuti oleh alat berat tidak layak, tumpahan kargo saat loading, rembesan lantai gudang, serta kekurangan armada angkutan yang termasuk dalam kategori risiko sedang. Nilai severity tertinggi berada pada level 8 yang menunjukkan dampak signifikan terhadap kerusakan kargo dan kepuasan pelanggan, sementara nilai occurrence berada pada kategori rendah hingga sedang, serta detection pada beberapa kegagalan tergolong sulit. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada peningkatan pemeliharaan fasilitas, penguatan manajemen vendor, penerapan sistem monitoring berbasis teknologi, serta peningkatan pengawasan operasional. Implementasi perbaikan tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko operasional serta meningkatkan kinerja gudang secara keseluruhan.
Copyrights © 2026