Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor Keterlambatan Pasokan LPG pada PT Pertamina Energy Terminal LPG Tanjung Sekong Zalfaa, Alyani; Fitriani, Riska; Handayani, Melia; Prasetiowati, Alifia Sri; Ghani, Zaki Abdul; Tsani, Rubby Rahman; Rahmawati, Anisa Yuli
Go-Integratif : Jurnal Teknik Sistem dan Industri Vol. 5 No. 01 (2024): Go-Integratif : Jurnal Teknik Sistem dan Industri
Publisher : Engineering Faculty at Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/gijtsi.v5i01.11298

Abstract

PT Pertamina Terminal LPG Tanjung Sekong is a company engaged in petrochemicals, more specifically engaged in the management of Liquefied Petroleum Gas (LPG) terminals in Tanjung Sekong, Merak, Banten. The company is a subsidiary of PT Pertamina International Shipping and has been operating since April 2012. Currently, the increase in gas demand in Indonesia is increasing, it means that the Indonesian people still need gas. In this case, PT Pertamina Tanjung Sekong LPG Terminal has a problem with delays in loading and unloading ships in supplying Liquefied Petroleum Gas (LPG). The delay was triggered by several factors, including administrative constraints, bad weather, and too many ship waiting lists. This study used a fishbone diagram method, Root Cause Analysis (RCA), and 5 Whys to identify the root of the problem. The results of the analysis show that improved ship arrival time predictions, more effective administrative handling, and better weather monitoring can reduce LPG gas supply delays. Recommendations include the development of a time-of-arrival prediction system, increased awareness of the accuracy of administrative data, and cooperation with the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) for better weather monitoring.
Pengaruh Penerapan Tarif Progresif Terhadap Dwelling Time Dalam Pemaksimalan Fungsi Sarana Prasarana Di PT. XYZ Ma’ruf, Ma’ruf; Nirmala, Ira; Prasetiowati, Alifia Sri; Ahdia, Rean Zikry
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10998

Abstract

Tingginya dwelling time di pelabuhan mengakibatkan penumpukan kontainer yang berlebihan, yang dapat efektivitas operasional lapangan penumpukan kontainer. Penelitian dilakukan untuk mengeksplorasi dampak tarif progresif terhadap dwelling time di lapangan penumpukan. Metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis hubungan antara tarif dan dwelling time, sementara pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami bagaimana penurunan dwelling time dapat memaksimalkan efisiensi lapangan penumpukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari tarif progresif terhadap dwelling time, dengan hubungan yang negatif; artinya, ketika tarif naik, waktu tinggal penurunannya. Penurunan dwelling time yang setelah penerapan tarif progresif ini mencapai 1,78 hari, menandakan efektivitas dalam meningkatkan efisiensi operasional lapangan penumpukan. Kata Kunci: Dwelling Time, Lapangan Penumpukan, Pelabuhan, Tarif Progresif.
Analisis Risiko Operasional Gudang Penimbunan Sementara Dengan Menggunakan Metode FMEA Di PT Krakatau Bandar Samudera Prasetiowati, Alifia Sri; Ma'ruf, Ma'ruf; Larasati, Wenny Ananda
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional pada Gudang Penimbunan Sementara PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pergudangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, yang kemudian dianalisis menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 potensi kegagalan (failure mode) pada proses inbound, penimbunan, dan outbound, dengan proses penimbunan sebagai tahap paling dominan dalam menimbulkan risiko. Berdasarkan analisis FMEA, kegagalan dengan tingkat risiko tertinggi adalah kebocoran atap gudang dengan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 224, diikuti oleh alat berat tidak layak, tumpahan kargo saat loading, rembesan lantai gudang, serta kekurangan armada angkutan yang termasuk dalam kategori risiko sedang. Nilai severity tertinggi berada pada level 8 yang menunjukkan dampak signifikan terhadap kerusakan kargo dan kepuasan pelanggan, sementara nilai occurrence berada pada kategori rendah hingga sedang, serta detection pada beberapa kegagalan tergolong sulit. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada peningkatan pemeliharaan fasilitas, penguatan manajemen vendor, penerapan sistem monitoring berbasis teknologi, serta peningkatan pengawasan operasional. Implementasi perbaikan tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko operasional serta meningkatkan kinerja gudang secara keseluruhan.