Pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik yang utuh. Namun, dalam praktiknya, pendidikan karakter masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan belum terintegrasi secara optimal dengan nilai-nilai sosial, sehingga menimbulkan kesenjangan antara pengetahuan agama dan perilaku nyata siswa. Kondisi ini menunjukkan perlunya rekonstruksi pendidikan karakter yang lebih integratif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan rekonstruksi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI melalui integrasi nilai religius dan sosial pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, terutama jurnal nasional terakreditasi, buku ilmiah, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) yang dipadukan dengan analisis kritis untuk menghasilkan sintesis konseptual yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI masih menghadapi beberapa permasalahan utama, yaitu dominasi pendekatan kognitif, keterpisahan antara nilai religius dan sosial, serta belum optimalnya peran guru dan lingkungan dalam mendukung internalisasi nilai. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pendidikan karakter melalui pendekatan integratif yang menggabungkan nilai religius dan sosial dalam seluruh proses pembelajaran. Rekonstruksi ini meliputi pengembangan kurikulum, penggunaan strategi pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman, penguatan keteladanan guru, serta penciptaan budaya sekolah yang mendukung. Dengan demikian, pembelajaran PAI diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kesalehan spiritual, tetapi juga kesalehan sosial secara seimbang.
Copyrights © 2026