Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rekonstruksi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran PAI: Integrasi Nilai Religius dan Sosial pada Siswa Sekolah Dasar Aisi, Rohadatul; Saabitah, Aliifatus; Sesmiarni, Zulfani
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.411

Abstract

Pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik yang utuh. Namun, dalam praktiknya, pendidikan karakter masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan belum terintegrasi secara optimal dengan nilai-nilai sosial, sehingga menimbulkan kesenjangan antara pengetahuan agama dan perilaku nyata siswa. Kondisi ini menunjukkan perlunya rekonstruksi pendidikan karakter yang lebih integratif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan rekonstruksi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI melalui integrasi nilai religius dan sosial pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, terutama jurnal nasional terakreditasi, buku ilmiah, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) yang dipadukan dengan analisis kritis untuk menghasilkan sintesis konseptual yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI masih menghadapi beberapa permasalahan utama, yaitu dominasi pendekatan kognitif, keterpisahan antara nilai religius dan sosial, serta belum optimalnya peran guru dan lingkungan dalam mendukung internalisasi nilai. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pendidikan karakter melalui pendekatan integratif yang menggabungkan nilai religius dan sosial dalam seluruh proses pembelajaran. Rekonstruksi ini meliputi pengembangan kurikulum, penggunaan strategi pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman, penguatan keteladanan guru, serta penciptaan budaya sekolah yang mendukung. Dengan demikian, pembelajaran PAI diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kesalehan spiritual, tetapi juga kesalehan sosial secara seimbang.
Rekonstruksi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran PAI: Integrasi Nilai Religius dan Sosial pada Siswa Sekolah Dasar Aisi, Rohadatul; Saabitah, Aliifatus; Sesmiarni, Zulfani
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.411

Abstract

Pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik yang utuh. Namun, dalam praktiknya, pendidikan karakter masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan belum terintegrasi secara optimal dengan nilai-nilai sosial, sehingga menimbulkan kesenjangan antara pengetahuan agama dan perilaku nyata siswa. Kondisi ini menunjukkan perlunya rekonstruksi pendidikan karakter yang lebih integratif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan rekonstruksi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI melalui integrasi nilai religius dan sosial pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, terutama jurnal nasional terakreditasi, buku ilmiah, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) yang dipadukan dengan analisis kritis untuk menghasilkan sintesis konseptual yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI masih menghadapi beberapa permasalahan utama, yaitu dominasi pendekatan kognitif, keterpisahan antara nilai religius dan sosial, serta belum optimalnya peran guru dan lingkungan dalam mendukung internalisasi nilai. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pendidikan karakter melalui pendekatan integratif yang menggabungkan nilai religius dan sosial dalam seluruh proses pembelajaran. Rekonstruksi ini meliputi pengembangan kurikulum, penggunaan strategi pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman, penguatan keteladanan guru, serta penciptaan budaya sekolah yang mendukung. Dengan demikian, pembelajaran PAI diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kesalehan spiritual, tetapi juga kesalehan sosial secara seimbang.
CRITICAL EPISTEMOLOGY IN ISLAMIC EDUCATION: STRATEGIES FOR DEALING WITH INSTANT RELIGIOUS AUTHORITIES ON SOCIAL MEDIA Tsaabitah, Aliifatus; Hidayat, Adi; Aisi, Rohadatul; Sesmiarni, Zulfani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47317

Abstract

The development of information technology and social media has transformed the patterns of religious knowledge dissemination, marked by the emergence of instant religious authority. While this phenomenon facilitates access to information, it also has the potential to produce shallow and unverified religious understanding, as well as to foster exclusive and intolerant attitudes among students. This study aims to examine the integration of critical epistemology in Islamic Religious Education (PAI) as a strategy to address this phenomenon. The research employs a qualitative approach using library research, involving the collection and analysis of relevant literature through content analysis techniques. The findings indicate that the application of critical epistemology emphasizing reflection, rationality, source analysis, and constructive skepticism can enhance students’ religious and digital literacy. This approach also promotes deeper and more contextual religious understanding, as well as moderate, open, and tolerant attitudes toward differences. Furthermore, the integration of critical epistemology requires adaptive curriculum development and the improvement of teachers’ competencies in critical-based learning. Therefore, critical epistemology serves as a strategic approach to strengthen the role of Islamic Religious Education as a filter against the flow of religious information in the digital era.