Rendahnya keterampilan berpikir analitis siswa dalam matematika sering disebabkan oleh pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan aktivitas penemuan mandiri. Padahal, kemampuan menganalisis informasi sangat penting bagi siswa sekolah dasar dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning terhadap keterampilan berpikir analitis siswa kelas IV SDN 50 Cakranegara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SDN 50 Cakranegara tahun ajaran 2025/2026, dengan sampel kelas IV A sebagai eksperimen dan IV B sebagai kontrol melalui purposive sampling. Instrumen berupa tes uraian yang mengukur kemampuan membedakan, mengorganisasi, dan menghubungkan. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s Test, serta uji hipotesis Independent Sample t-Test berbantuan SPSS. Hasil menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak. Rata-rata posttest kelas eksperimen (84) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (70,69), dengan data berdistribusi normal dan homogen. Dengan demikian, model Discovery Learning berpengaruh positif terhadap keterampilan berpikir analitis siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan Discovery Learning sebagai alternatif efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis pada pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Copyrights © 2026