Mutu layanan primer di Indonesia masih menjadi tantangan meskipun Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BPJS Kesehatan dalam penguatan layanan primer melalui mekanisme pembiayaan dan tata kelola sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap artikel dan jurnal ilmiah yang diterbitkan pada periode 2018-2024. Penelusuran sumber dilakukan melalui Google Scholar dan perangkat Publish or Persih. menggunakan kata kunci BPJS Kesehatan, layanan kesehatan primer, Jaminan Kesehatan Nasional, dan strategic purchasing. Hasil kajian menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan berperan strategis sebagai pembeli layanan kesehatan (strategic purchaser) dengan menerapkan mekanisme kapitasi dan insentif berbasis kinerja di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Mekanisme ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi pembiayaan hingga 10–15% pada FKTP yang mencapai indikator mutu dan keberhasilan program Prolanis. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan kapasitas manajerial, sumber daya manusia, serta infrastruktur teknologi informasi, terutama di wilayah terpencil. Dalam perspektif Health System Strengthening Framework WHO, aspek pembiayaan yang dikelola BPJS merupakan salah satu pilar penting, namun keberhasilan penguatan layanan primer menuntut dukungan pada pilar lain seperti tenaga kesehatan, sistem informasi, dan tata kelola. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kebijakan melalui program Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi solusi strategis untuk memperkuat koordinasi antarlembaga, meningkatkan mutu layanan, dan mempercepat pencapaian Universal Health Coverage di Indonesia.
Copyrights © 2026