The thesis writing process is often an academic burden that triggers significant anxiety for final year students, which in turn has the potential to disrupt their sleep quality. This study aims to investigate the relationship between anxiety levels and sleep quality in Psychology students at Nusa Cendana University. Using quantitative analytical methods and a cross-sectional design, this study involved 169 respondents selected through a simple random sampling technique. Primary data were obtained through the Zung Self Rating Anxiety Scale questionnaire and the Pittsburgh Sleep Quality Index. The research findings showed that the majority of respondents (63.9%) experienced poor sleep quality, while students with mild anxiety levels (30.2%), moderate (21.3%), and severe (12.4%) consistently experienced sleep disturbances. The results of the bivariate analysis using the Chi-Square test showed a Pearson value of 169.000 with a significance of p = 0.000 (p < 0.05), confirming a strong relationship between the two variables. The main conclusion of this study is that there is a statistically significant relationship between anxiety and sleep quality in students during the final assignment period. The higher the level of anxiety experienced by students, the lower the quality of their sleep. Therefore, providing mental health support services on campus is crucial to help students manage academic stress, ensuring their physical health and academic success. ABSTRAK Proses penyusunan skripsi sering kali menjadi beban akademik yang memicu kecemasan signifikan bagi mahasiswa tingkat akhir, yang pada gilirannya berpotensi mengganggu stabilitas kualitas tidur mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Nusa Cendana. Dengan menggunakan metode kuantitatif analitik dan desain cross-sectional, studi ini melibatkan 169 responden yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale serta Pittsburgh Sleep Quality Index. Temuan riset menunjukkan mayoritas responden (63,9%) mengalami kualitas tidur buruk, sedangkan mahasiswa dengan tingkat kecemasan ringan sebesar 30,2%, sedang 21,3%, dan berat 12,4% secara konsisten memiliki gangguan tidur. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson sebesar 169,000 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menegaskan adanya keterkaitan kuat antara kedua variabel tersebut. Kesimpulan utama penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan secara statistik antara kecemasan dan kualitas tidur mahasiswa selama masa pengerjaan tugas akhir. Semakin tinggi intensitas kecemasan yang dirasakan mahasiswa, maka semakin rendah kualitas tidur yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, penyediaan layanan dukungan kesehatan mental sangat krusial di lingkungan kampus guna membantu mahasiswa mengelola stres akademik demi menjaga kesehatan fisik dan keberhasilan studi akademik mereka.
Copyrights © 2026