Etika akademik dalam pendidikan dasar menghadapi tantangan yang signifikan, dengan 35% sekolah dasar di 85 negara tidak memiliki kebijakan integritas akademik yang jelas. Tinjauan pustaka sistematis ini menyelidiki internalisasi nilai-nilai filosofis Bugis (Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge) dalam memperkuat etika akademik di sekolah dasar. Dengan menggunakan metodologi PRISMA, 213 artikel diidentifikasi melalui Google Scholar dan Publish or Perish 8 (2021-2025). Setelah penyaringan yang ketat, hanya 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Tinjauan ini membahas empat pertanyaan penelitian mengenai proses internalisasi, nilai-nilai yang relevan, strategi implementasi, dan faktor pendukung. Temuan mengungkapkan lima pendekatan internalisasi: media budaya-teknologi inovatif (komik AR La Galigo), pendidikan tiga pusat (keluarga-sekolah-masyarakat), teladan guru humanistik, pembiasaan budaya sekolah, dan etnopedagogi kontekstual. Sipakatau menumbuhkan empati dan rasa hormat; Sipakalebbi membangun integritas dan kesopanan; Sipakainge mendorong kejujuran intelektual dan tanggung jawab moral, didukung oleh nilai-nilai pelengkap (lempu', getteng, reso, siri', mapaccing). Strategi implementasi meliputi integrasi kurikulum-P5, pemodelan guru, habituasi positif, etnopedagogi, dan media inovatif. Faktor pendukung mencakup komitmen guru-kepala sekolah, dukungan Kurikulum Merdeka, keterlibatan keluarga-masyarakat, dan konteks budaya lokal yang hidup.
Copyrights © 2026