Di tengah arus globalisasi yang memicu degradasi moral dan krisis identitas, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun jati diri peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbolik dan filosofis yang terkandung dalam motif Batik Pamiluto Ceplokan Gresik sebagai sebagai strategi pedagogis penguatan karakter. Dengan metode studi pustaka, kajian ini menganalisis simbolisme batik melalui ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Batik Pamiluto merupakan instrumen pendidikan holistik. Secara kognitif, struktur matematis motif Ceplokan melatih keteraturan berpikir dan penalaran logis. Secara afektif, makna "Pamiluto" (perekat) membangun ikatan emosional dan identitas sosiokultural yang religius. Secara psikomotorik, proses apresiasi dan praktik motif ini menginternalisasi nilai integritas, ketelitian, dan etos kerja. Penelitian ini juga merumuskan lima langkah strategis implementasi di sekolah yang di mulai dari integrasi kurikulum hingga evaluasi berbasis habituasi nilai. Temuan ini menegaskan bahwa Batik Pamiluto Ceplokan Gresik memiliki landasan yuridis dan filosofis yang kuat untuk dijadikan media penguatan nilai budaya dalam pendidikan karakter, sekaligus panduan praktis bagi pendidik dalam merespons tantangan moral kontemporer. Kata Kunci: Batik Pamiluto; Ceplokan Gresik; Kearifan Lokal; Pendidikan Karakter; Pembangunan Bangsa
Copyrights © 2026