Kurangnya semangat belajar menjadi tantangan umum siswa kelas 1 SD pada masa peralihan dari TK. Penelitian ini menganalisis peran guru dalam mengatasi masalah tersebut di SD N 1 Kalimanggis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif dan wawancara selama satu bulan terhadap wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya semangat belajar dipicu faktor internal (masa adaptasi) dan eksternal (lingkungan keluarga), dengan ciri-ciri mengantuk, bermain sendiri, dan tidak mendengarkan. Strategi guru yang diterapkan meliputi bimbingan privat usai jam pelajaran, pemberian reward dan hukuman mendidik, penggunaan media menarik seperti video dan benda konkret, serta kolaborasi intensif dengan orang tua. Guru juga berperan sebagai motivator menciptakan suasana kelas yang aman. Evaluasi dilakukan secara adaptif, seperti menggunakan ulangan lisan untuk siswa yang enggan menulis. Simpulannya, pendekatan personal dan sinergi guru-orang tua efektif meningkatkan motivasi belajar siswa.
Copyrights © 2026