Background: Ventral hernia remains a significant post-operative clinical challenge with recurrence rates ranging from 30% to 70%. Although synthetic mesh like polypropylene is the gold standard, risks of inflammation and poor tissue integration persist. Platelet Rich Plasma (PRP), an autologous agent rich in growth factors, has the potential to enhance tissue healing in mesh applications Purpose: To analyze the effectiveness of PRP-coated polypropylene mesh in improving laparotomy wound healing in Wistar rats. Method: A quantitative study using a Randomized Controlled Trial (RCT) design was conducted from August to September 2025 at the Pharmacology Laboratory of the Faculty of Medicine, Mulawarman University. The study sample consisted of Wistar rats housed in the laboratory. The independent variable in this study was the use of PRP-coated polypropylene mesh, while the dependent variable was the healing process of laparotomy wounds. The parameters observed included the degree of vascularization, fibroblast activity, and collagen deposition on days 7 and 21. The observational data were then collected and statistically analyzed using an independent t-test. Results: Analysis showed that the PRP-supplemented group had significantly higher scores across all variables compared to the control group (p < 0.0167). No significant interaction was found between treatment and termination time, indicating that the benefits of PRP were consistent in both early and late observations. Conclusion: Coating polypropylene mesh with Platelet Rich Plasma (PRP) is effective in increasing vascularization, fibroblast counts, and collagen formation, thereby potentially strengthening abdominal wall integrity and reducing the risk of ventral hernia recurrence. Keywords: Laparotomy; Platelet-Rich Plasma; Polypropylene Mesh; Ventral Hernia; Wistar Rats. Pendahuluan: Hernia ventralis merupakan salah satu tantangan klinis pasca-operasi yang signifikan dengan angka kekambuhan mencapai 30-70%. Penggunaan mesh sintetik seperti polypropylene telah menjadi standar, namun risiko inflamasi dan integrasi jaringan yang buruk masih sering terjadi. Platelet Rich Plasma (PRP) sebagai agen autolog yang kaya akan faktor pertumbuhan berpotensi meningkatkan proses penyembuhan jaringan pada penggunaan mesh. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas penggunaan polypropylene mesh yang dilapisi PRP terhadap peningkatan penyembuhan luka laparotomi pada tikus Wistar. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain Randomized Controlled Trial (RCT), dilaksanakan bulan Agustus-September 2025, di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Sampel penelitian ini adalah tikus wistar yang dirawat di Laboratorium, Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan PRP-coated Polypropylene Mesh, sedangkan variabel dependen adalah proses penyembuhan luka laparotomi. Parameter yang diamati meliputi derajat vaskularisasi, aktivitas fibroblas, dan deposit kolagen pada hari ke-7 dan hari ke-21. Data hasil pengamatan selanjutnya dikumpulkan dan dianalisis secara statistik menggunakan independent t-test. Hasil: Kelompok dengan tambahan PRP memiliki skor yang lebih tinggi secara signifikan pada semua variabel dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,0167). Tidak terdapat interaksi signifikan antara perlakuan dan waktu terminasi, menunjukkan bahwa keunggulan PRP bersifat konsisten baik pada pengamatan awal maupun lanjut. Simpulan: Pelapisan polypropylene mesh dengan Platelet Rich Plasma (PRP) efektif dalam meningkatkan vaskularisasi, jumlah fibroblas, dan pembentukan kolagen, sehingga berpotensi memperkuat integritas dinding abdomen dan mengurangi risiko kekambuhan hernia ventralis. Kata Kunci: Hernia Ventralis; Laparotomi; Platelet Rich Plasma; Polypropylene Mesh; Tikus Wistar.
Copyrights © 2026