Distribusi produksi pertanian ke saluran irigasi memainkan peran utama dalam mendukung irigasi yang efisien. Kemampuan saluran irigasi tersier untuk mengalirkan air secara andal dan efisien ke lahan pertanian berkaitan dengan kapasitas saluran dibandingkan dengan kebutuhan air irigasi tanaman. Dusun Kurukan (daerah penelitian) merupakan lokasi pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi untuk menghasilkan tanaman. Oleh karena itu, evaluasi kapasitas saluran irigasi tersier saat ini harus dilakukan untuk memastikan pengiriman air yang efektif. Studi ini mengevaluasi kapasitas saluran irigasi tersier dan menentukan dimensi penampang yang sesuai untuk saluran tersier berdasarkan kebutuhan air irigasi untuk menanam tanaman. Metode penelitian meliputi pengumpulan data hidrologi dan klimatologi, estimasi jumlah air yang dibutuhkan menggunakan CROPWAT dengan metode Penman yang dimodifikasi, dan melakukan analisis hidraulik aliran saluran terbuka. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa jumlah maksimum aliran air irigasi rata-rata melalui saluran irigasi tersier adalah 0,0540 m³/s. Dengan menggunakan jumlah aliran tersebut, analisis membentuk saluran berbentuk persegi panjang dengan lebar dasar 0,50 m, kedalaman aliran 0,25 m, dan tinggi ruang bebas 0,20 m untuk mengalirkan jumlah aliran desain rata-rata ini dengan aman dan efektif; sehingga meningkatkan distribusi air irigasi/air yang dialirkan untuk mengairi tanaman di area penelitian ini.
Copyrights © 2026