Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap penting bagi perkembangan anak secara menyeluruh. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi guru untuk merancang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi guru PAUD terhadap penerapan deep learning serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara dengan guru dan kepala sekolah sebagai data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning dipandang mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan, namun penerapannya masih terkendala oleh kesiapan guru, keterbatasan fasilitas, dan minimnya pelatihan. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan kompetensi pendidik dan dukungan sarana untuk mengoptimalkan implementasi deep learning di PAUD.
Copyrights © 2026